Salah Tempat Bisa Bikin Sesak Bagian 2

Beri Jalan untuk Sirkulasi

Desainer interior Raden Mas Nicolaus Aji menerangkan, pertimbangan utama dalam menata furnitur adalah sirkulasi mobilitas penghuni. Posisi furnitur di ruangan jangan sampai mengganggu sirkulasi, baik sirkulasi antar-ruang maupun sirkulasi antar-furnitur. Untuk sirkulasi antar-ruang, Anda dapat membuatkan “lorong imajiner” yang menyambungkan akses dari satu ruang ke ruang lainnya, dengan cara mengosongkan area ini dari furnitur. Sirkulasi ini idealnya memiliki lebar minimal 60cm, sehingga nyaman dilewati 1 orang dalam suatu waktu.

Berikan jarak ekstra untuk area di sekitar furnitur yang membutuhkan banyak ruang saat digunakan, misalnya kursi makan, furnitur lipat, kursi rias, dan lainnya. Untuk sirkulasi antar-furnitur, setiap furnitur (terutama furnitur geser dan lipat) harus dalam keadaan terbuka dan siap pakai saat diukur. Jarak antarfurnitur minimal 30cm, yang cukup dilewati 1 orang dengan berhati-hati. Aji menambahkan, hindari pemakaian furnitur yang akan menyisakan ruang ketika diletakkan, misalnya bentuk lengkung atau kurva, karena akan banyak ruang terbuang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *